Histori

Pada Tahun 1967 dengan didasari “porlu na marTuhan porlu na marhuria” maka halak hita na adong di Tanah parserahan na (Berastagi) membentuk satu kumpulan Partangiangan/kebaktian parhuriaon yang oleh amang Tampubolon (Pegawai PLN Berastagi) diberi nama GKPI Berastagi. Keberadaan jemaat pada kala itu hanya 15 KK dengan Guru Jemaat Tampubolon langsung melapor ke Resort Kabanjahe dengan Pendeta Resort Pdt. Nadeak dan kegiatan kebaktian masih menumpang di SD Negeri 1 Berastagi dekat Jambur Taras sekarang. Selanjutnya terbentuklah seksi bangunan yaitu Sopar Manik (Op. Niko), Hutabarat PM, St Pardamean, L. Tobing, Sahala Habeaban, Jamaris Manik (Op. Wansen), St Karel Sitanggang (op. Liza) dan yang melayani sebagai Guru Sekolah Minggu oleh Dame Br Hotang.

Seiring perjalanan waktu (berselang 5 Tahun) jemaat bertambah menjadi 26 KK dan Guru Jemaat St. Tumonjal Simbolon dan sebagai Pendeta Resort Kabanjahe Pdt. Situmorang, selanjutnya pengurus dari seksi bangunan mencari lokasi baru untuk pembangunan gedung Gereja. Menurut Sopar Manik (Op. Niko) sempat menggarap di lokasi Puskesmas sekarang tetapi gagal namun atas petunjuk Bapak Sigalingging Pegawai BPN Kabanjahe yang juga hula- hula Op. Niko Manik menganjurkan dengan mengadakan pendekatan ke PT. PN IX dan dicapai kesepakatan maka diperolehlah tanah pertapakan Gereja GKPI Berastagi yang sekarang.

Di atas tanah pertapakan tersebut dibangunlah Gereja darurat (dengan prinsip yang penting tidak menompang lagi) dengan Guru Jemaat St. Tumonjal Simbolon.

Seiring dengan perjalanan waktu, hari berganti hari, bulan berganti bulan, tahun berganti tahun dan pengurus gereja GKPI Berastagipun berganti. Dan Guru Jemaatpun berganti dari St. Tumonjal Simbolon Ke St Sumanggar Sihotang. Perjalanan kepemimpinan guru jemaat St. Sumanggar Sihotang GKPI Berastagi berbenah diri dan bangunan gereja pun berubah sampai kepada bentuk yang sekarang ditambah lagi 1 unit rumah Pendeta, dan 1 unit Konsistori (Bilik Parhobasan) namun bilik parhobasan sudah pernah direnovasi pengurus bangunan yang sekarang. Dan perlu diketahui bahwa posisi Gereja GKPI Resort Berastagi diapit oleh 2 rumah ibadah yaitu: Vihara dan Mesjid, yang menunjukkan terjadinya kerukunan umat beragama.

Sesuai dengan pengamatan Pimpinan Pusat GKPI Bishop Pdt. GOP Manurung dan GKPI Berastagi disahkan menjadi Resort baru yaitu Resort Berastagi (GKPI Berastagi sebagai Gereja induk) dan gereja pagarannya ada 5 yaitu:

1. GKPI Tiga Panah

2. GKPI Tambusan

3. GKPI Merek

4. GKPI Huta Tano

5. GKPI Paropo

Dan perlu kami beritahukan bahwa sebelum menjadi Resort jumlah jemaatnya 130 KK dan setelah menjadi Resort 268 KK.

Dan dengan pendeta Resortnya Pdt. Edward Simon Sinaga S.Th. Pengesahan menjadi resort ini pada tanggal 29 Mei 2005. Setelah menjadi Resort baru tibalah periodesasi dan BPH Jemaat.

GKPI Berastagi berubah menjadi Guru Jemaat : St. Gokmin br Manik, Sekretaris : St. Sahat Sinaga, Bendahara Jemaat : St. Simon Simalango

BPH Resort Pendetanya adalah Pdt. Edward Simon Sinaga S.Th, Sekretaris St. Budi Simamora SE, Bendahara St. Kapler Manik BE.

Comments are closed.

%d bloggers like this: